Budak kecil itu berhingus
Kakinya berkudis, tumitnya merekah berpeta
tidak bersepatu
dihadapannya lautan duri keman
seberang sana nikmat
aroma ubi kayu yang cukup mengiurkan
budak kecil itu nekad meredah duri
disebalik batas batas sang petani
ada empuk rumput yang selesa
berpijak budak kecil dengan teliti
namun duri keman begitu licik
menyamar dan menipu
budak kecil mendengus
tapak kakinya terasa perit
namun hatinya tidak tertahan sakit
ubi kayu sudah tiada lagi..

No comments yet
Comments feed for this article